Sabtu, 20 November 2010

skenario kemunafikan

Skenario Kemunafikan


Adegan 1 : hati yang kagum
Semu merah wajahmu merona
Melihatmu berkata, dan berujar
Mendapatkan anganmu, mimpimu
Adegan 2: pembunuhan hati
Kau tusukkan jarum itu dengan senyum
Kau gores pedang tajammu dengan tawa
Dan aku hanya terbata menahan perih
Harapan dan mimpi yang dulu terjalin
Biarkan itu cacat dengan sayatan dan tusukanmu
Adegan 3 : sekarat
Hanya kata dan kata
Tapi itu lebih perih dari kucuran darah
Ngerinya tak pelak kau rasakan
Aku sakit, aku pedih
Adegan 4: hati yang (masih) kagum
Tapi sorot matamu yang menyiratkan seribu bintang terang
Berbinar dalam gelapnya hitam iris matamu
Terpantul senyum yang paksa disana
Tapi pantulan di mataku
Menngisahkan sebuah simpul senyum yang sempurna
Terangkat di bibir merah delimamu
Adegan 5: pasrah dan berserah
Tak tega jika tak mendengarmu
Tak tega acuh padamu
Biarlah saja kemunafikan ini terkubur
Menahan semu wajahmu
Dalam hitam hatiku
Biar rangkaian ini menjadi nisan
Yang tergerus oleh derasnya kata-katamu
Tentangnya dan dirimu
Bukan diriku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar